Rabu, 14 Agustus 2013

Program DMGR dan Jiwa Entrepreneur

(oleh : Erus Ruswan SaT Msi )

Mandiri Gotong Royong dengan menitikberatkan pada sektor ekonomi desa adalah suatu gagasan mulia karena mempunyai tujuan mensejahterakan masyarakat kecil atau wong cilik (Program Pro Rakyat) yang justru jumlah masyarakatnya sangat banyak tersebar di desa-desa yang selama kurun waktu tertentu kurang mendapat sentuhan dan perhatian serius dari Pemerintah, untuk itu mudah-mudahan dengan izin Allah Program DMGR dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa khususnya dan masyarakat Subang pada umumnya, untuk menuju kearah tersebut tentunya bagaimana caranya meningkatkan keterampilan atau skil yang dianggap cocok  disesuaikan dengan sumber daya alam desa yang tersedia, dan bagaimana caranya mencari peluang usaha ekonomi dengan memanfaatkan potensi sebaik-baiknya dengan mengolah bahan mentah menjdi barang jadi yang siap dipasarkan untuk mendapatkan nilai tambah, secara otomatis pendapatan akan bertambah dan kemandirian ekonomi desa semakin berkembang di wilayah atau desa masing-masing, karena kita tahu disetiap wilayah atau desa terdapat potensi, dan potensi  tersebut tentunya berbeda antara desa yang satu dengan desa yang lain dan secara otomatis peluang usaha juga akan berbeda dan beragam, disamping itu juga karakter atau watak masyarakat  sebagai penghuninya berbeda karakter dalam melakukan usahanya maka dengan perbedaan karakter tersebut merupakan tantangan dan peluang dalam melakukan kajian untuk menambah sekil yang disesuaikan dengan karakternya melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, dan sekaligus watak dan tabiat masyarakatnya harus dirubah dari yang mempunyai sifat malas, kurang disiplin dan masih tradisionil harus dilatih kearah pelaku wirausaha produktif dan moderen agar terbentuk masyarakat desa yang mandiri secara ekonomi dan paling tidak sepuluh persen dari jumlah penduduk desa yang mempunyai jiwa entrepreneur atau jiwa wirausaha maka desa tersebut akan kelihatan kemakmurannya, untuk itu  bagaimana caranya mengenalkan dan menumbuhkan jiwa Interpreneur ( jiwa wirausaha ) kepada masyarakat desa yang akan memulai wirausaha ataupun kepada para pelaku usaha yang sudah ada dalam meningkatkan usahanya dengan memanfaatkan potensi atau peluang yang ada didesanya masing-masing dengan sebaik-baiknya, sebelum menjelaskan lebih lanjut alangkah baiknya memahami dulu kata entrepreneur. Pengertian kata entrepreneur berasal dari bahasa Perancis  yaitu entre (to enter) secara umum kata entrepreneur diterapkan kepada semua orang laki-laki dan perempuan yang akan memulai usaha atau bisnis baru, atau orang yang ingin menangkap peluang usaha baru, untuk itu alangkah baiknya apabila dikenalkan atau diterapkan kepada masyarakat desa dan kelurahan untuk memiliki budaya wirausaha dengan memanfaatkan semua potensi baik potensi SDM maupun potensi SDA yang ada  dengan, penekanan kepada pembangunan ekonomi masyarakat melalui pengenalan jiwa entrepreneur terlebih dahulu  agar dalam melakukan usaha ekonominya lebih terukur dan profesional, maka paling tidak ada tujuh langkah yang perlu di ketahui atau dilaksanakan  oleh masyarakat DMGR sebelum mulai mendirikan wirausaha baru dalam memanfaatkan peluang usaha walaupun sifatnya kecil-kecilan  (sumber Geottrey G. Meredith, Ct.AL) :

  1. Pengenalan terhadap diri sendiri maksudnya ialah setiap orang sebelum terjun ke dunia usaha baru harus mengenali kepribadian dan kompetensi diri sendiri, yaitu harus membuka diri, berinteraksi dan berkomunikasi, karena dengan pengenalan diri adalah modal awal untuk dapat mengenali lingkungan,mengindera peluang usaha dan mengerahkan sumber-sumber daya guna meraih peluang usaha tersebut, dari berkomunikasi dan interaksi tersebut akan terbentuk konsep diri yaitu kepribadian, prilaku, sikap dan sistem nilai, yang selanjutnya dapat digunakan untuk bersambung rasa, bertukar pikiran dan kerja sama dengan pihak lain yang positif. Maka seorang pelaku usaha perlu memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengembangkan keterampilan baik keterampilan konseptual, keterampilan hubungan antar manusia dan keterampilan teknis lainnya yang ada hubungannya dengan bidang usaha yang digelutinya, maka perlu mengikuti pelatihan yang memadai.
  2. Mengenali lingkungan luar usaha maupun lingkungan yang ada disekitarnya untuk mengetahui keadaan pasar untuk menjaga persaingan yang tidak sehat, lingkungan luar usaha maupun lingkungan sekitar usaha pengaruhnya bisa positif dan negatif, karena dapat menjadi peluang dan penghambat dalam menjalankan usaha, untuk itu segera tanggap terhadap gejala perubahan lingkungan dengan mengadakan penyesuaian yang diperlukan.
  3. Mengembangkan kreatifitas dengan cara mencari informasi dari berbagai pihak, untuk merangsang dan mempertajam kreativitasnya dengan tantangan agar diharapkan adanya ide baru untuk mendapatkan nilai tambah maupun dalam mengerahkan sumber daya yang diperlukan.
  4. Merencanakan usaha diperlukan konsep usaha mengenai sasaran yang ingin dicapai disamping strategi yang akan ditempuh dalam melakukan usaha seperti apa, dengan memperhatikan faktor lingkungan yang biasanya didahului dengan analisis mengenai kekuatan,kelemahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi, setelah itu baru disusun sasaran jangka pendek dan sasaran jangka panjang.
  5. Menguji kelayakan kerja adalah untuk mengkaji rencana usaha yang akan dilakukan terutama untuk mengantisipasi resiko kegagalan dengan mempertimbangkan dari beberapa aspek produksi, aspek pemasaran, aspek keuangan dan lain-lain.
  6. Memilih lokasi usaha yang harus diperhatikan adalah menjamin ketersediaan bahan baku dan kelancaran pemasaran disamping itu juga perlu menjamin usaha mempunyai masa depan atau prospek yang baik, menjamin resiko kecil, menjamin citra usaha yang baik dan memberimanfaat terhadap lingkungan.
  7. Mengantisipasi perkembangan dengan pengertian bahwa seorang wirausaha harus memahami dinamika dan perubahan yang terjadi  mengarah pada perkembangan usahanya yang harus dibuat kebijakan sesuai dengan perkembangan jaman dengan harapan  dapat menyelamatkan usahanya dari hantaman krisis.
       Dengan pengetahuan tersebut diatas diharapkan dalam mendirikan wirausaha baru benar-benar didasarkan pada konsep wirausaha yang profesional dan senantiasa berorientasi pada aspek pemasaran yang mempunyai prospek cerah dalam jangka pendek maupun jangka panjang, dengan demikian diharapkan usahanya berkembang dengan baik, karena apabila uhaha yang dirintisnya dengan susah payah mengalami kebangkrutan maka akan mengalami kerugian yang besar disamping modal yang dikeluarkan juga kerugian mental yang sulit disembuhkan, untuk itu sebelum kita terjun kedunia bisnis baik sekala kecil maupun sekala besar, maka minimal harus memahami langkah-langkah tersebut diatas mudah-mudahan lebih propesional, sedangkan Filsafat Wirausaha adalah orang yang berani mengambil risiko dan menerima tanggung jawab atas tindakannya sendiri, Kegagalan diterima sebagai pengalaman belajar, Keberhasilan merupakan buah dari usaha yang tidak mengenal lelah yang  berorientasi pada tujuan.
   Sedangkan Pribadi Wirausaha adalah seseorang yang harus bersedia belajar dari pengalaman dan berusaha dari waktu kewaktu, Selalu sadar akan  cara baru untuk meningkatkan produktifitas sendiri salah satu kunci utama bagi keberhasilan wirausaha adalah keterlibatan dalam pertumbuhan pribadi secara terus menerus.
    Ciri-ciri Wirausaha yang paling penting adalah bahwa anda menawarkan sesuatu yang berguna bagi orang lain akan produk atau jasa anda, maka semakin besar pula imbalan atau keuntungan yang anda terima. Jika kita bekerja untuk meningkatkan hidup orang lain dan memperbaiki kehidupan mereka maka kita akan melayani kebutuhan semua konsumen, inilah makna menjadi seorang wirausaha yang berjiwa entrepreneur, mudah-mudahan.



Penulis: Alumni UGM Program ADB 1990
Selaku Pegawai Disnakertrans Subang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar